Wednesday, September 5, 2018

Tugu Khatulistiwa, Liburan Seru di Pontianak Dengan Melihat Bayangan Menghilang dan Telur Berdiri



Menyambangi Kota Pontianak, rasanya kurang afdol jika belum mengunjungi Tugu Khatulistiwa. Pasalnya, ada hal unik yang bisa anda temui yaitu bayangan dari benda-benda sekitar Tugu Khatulistiwa menghilang di waktu-waktu tertentu.

Jika penasaran, anda bisa mengunjungi Tugu Khatulistiwa yang berada di Jalan Khatulstiwa, Pontianak, Kalimantan Barat. Begitu tiba di sana, wisatawan akan melihat papan selamat datang dalam bahasa Inggris dan bahasa Indonesia.

Untuk tiba di bangunan tugu, wisatawan harus berjalan kaki dari tempat parkir. Nantinya, sebuah Tugu Khatulistiwa yang cukup besar terlihat tengah berdiri dengan gagahnya, di atas bangunan penyangga berwarna hijau.

Nah tugu besar ini ternyata bukan Tugu Khatulistiwa yang asli, namun hanyalah duplikatnya. Tugu yang asli terletak di dalam bangunan berwarna hijau di bawahnya. Berikut ini sedikit cerita mengenai didirikannya Tugu Khatulistiwa di Pontianak.

Pontianak adalah kota yang begitu spesial karena tepat dilalui garis khatulistiwa, yaitu garis lintang 0 derajat bumi yang membelah bumi menjadi bagian utara dan bagian selatan. Pada tahun 1928 lalu, satu rombongan ekspedisi internasional dengan pemimpin seorang ahli gegografi asal Belanda datang ke Kota Pontianak bertujuan menentukan titik garis Equator.

Kemudian dibangunlah tugu yang berbentuk tonggak dan tanda panah, bangunan ini disempurnakan pada tahun 1930 menjadi tonggak dengan lingkaran serta di atasnya diberi tanda panah. Tidak berhenti sampai disitu saja, tugu dibangun kembali pada tahun 1938.

Tugu ini terdiri dari 4 kayu berbahan kayu belian. Pada bagian belakang, terdapat tonggak setinggi 4.4 meter dan di bagian depan terdapat 2 tonggak setinggi 3,05 meter. Pada tahun 1990, duplikat tugu dibuat dan kawasan tugu mengalami renovasi dengan pembuatan kubah.

Menariknya, tugu duplikat tersebut 5 kali lebiih besar dibandingkan aslinya. Sementara itu, bentuk dan warnanya tetap sama seperti tugu asli, yaitu dengan tanda panah di atasnya dan lingkaran. Sampai sekarang Tugu Khatulistiwa tidak mengalami renovasi lagi, dan kian ramai dikunjungi wisatawan.

Pada tahun 2005, tim riset BPPT ( Badan Pengkajian dan Peneraan Teknologi ) mengumumkan jika titik nol Khatulistiwa sudah bergeser 117 m ke arah selatan. Memang Tugu Khatulistiwa tak dipindah, akan tetapi patok besi sudah diletakkan pada titik pergeseran tersebut.

Masuk ke dalam bangunan hijau yang ada di bawah tugu duplikat, wisatawan akan melihat bangunan yang lapang ditemani semilir sejuknya udara berasal dari AC. Informasi dan foto-foto Tugu Khatulistiwa dipasang di dinding sekeliling ruangan.

Selain itu, ada juga meja dengan maket rencana pembangunan wisata Khatulistiwa Park, yang didirikan di kawasan Tugu Khatulistiwa.

Dinding ruangan ini diberi warna hijau dengan 4 buah pilar di sisi tengah dan berwarna kuning. Tugu Khatulistiwa asli berdiri di bagian tengahnya.

Tugi ini terlihat masih terawat. Di sisi atas lingkaran tugu masih terlihat dengan jelas tulisan " Evenaar", artinya adalah Equator. Di bagian bawahnya ada garis hijau yang seolah-olah membagi dua ruangan. Dengan berdiri di dua sisi garis berbeda, berarti anda tengah berada di belahan bumi selatan dan utara.

Di bagian ujung garis ruangan ini, ada sebuah sanduk berukuran kecil yang bertuliskan " Silahkan Anda berfoto/jabat tangan karena saat ini Anda berada di belahan bumi utara dan selatan (lintang nol derajat)". Ini dia spot foto favorit wisatawan, dengan pose berjabat tangan.

Bagi anda yang sudah pernah singgah ke Tugu Khatulistiwa, maka Piagam Perlintasan Khatulistiwa sudah resmi menjadi milik anda.Piagam tersebut berwarna biru, dengan hiasan gambar Tugu Khatulistiwa di sebelah kiri. Lebih asyik lagi, anda bisa mendapat piagam ini secara cuma-cuma, dan harga tiket masuk ke tugu juga gratis.

Jika beruntung, anda akan datang ketika fenomena kulminasi, wisatawan dapat berdiri dengan bayangan menghilang di sekeliling Tugu Khatulistiwa. Ini dia fenomena alam disaat matahari berada tepat di atas garis Khatulistiwa.

Ketika berada tepat di garis Khatulistiwa, maka tak ada banyangan yang bisa terlihat. Tidak cukup dengan fenomena unik bayangan menghilang, anda juga dapat melihat telur bisa berdiri di Tugu Khatulistiwa ini.


Menarik bukan? Silahkan mampir ketika anda datang ke Kota Pontianak.


EmoticonEmoticon